Friday, April 17, 2015

Cara Nabi Mendidik Anak (Bahagian 3)


Bab 3 : Cara-cara Nabi Mendidik Anak

Pertama : Panduan Dasar untuk Orang Tua dan Pendidik

Keteladanan : Keteladanan yang baik membawa kesan positif dalam jiwa anak. Oleh kerana itu,Rasulullah SAW memerintahkan agar oranng tua bersikap jujur dan menjadi teladan kepada anak-anak mereka. Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa berkata kepada anaknya, “Kemarilah!(nanti kuberi)’ kemudian tidak diberi maka ia adalah pembohong (HR.Ahmad dari Abu Hurairah) Orang tua dituntut agar menjalankan segala perintah Allah swt dan Sunah Rasul-Nya, menyangkut perilaku dan perbuatan. Karena anak melihat mereka setiap waktu. Kemampuan untuk meniru sangat besar.

Memilih waktu yang tepat untuk menasehati

Rasulullah SAW selalu memperhatikan waktu dan tempat untuk menasehati anak-anak, agar hati anak-anak dapat menerima dan terkesan oleh nasehatnya. Sehingga mampu meluruskan perilaku mereka yang menyimpang dan membangun kepribadian yang bersih dan sehat. 3 pilihan waktu yang dianjurkan : Saat berjalan-jalan atau di atas kendaraan Waktu makan Ketika anak sedang sakit

Bersikap adil dan tidak pilih kasih

“Bertakwalah kepada Allah dan bersikaplah adillah terhadap anak-anak kalian “ (HR. Muslim) “Orang yang bersikap adil akan (dimuliakan) di sisi Allah di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, iaitu orang yang adil dalam hukumnya, (adil) terhadap keluarga dan apa saja yang mereka pimpin (HR. Muslim)

Memenuhi hak-hak anak

Mendoakan anak

Membelikan mainan

Membantu anak agar berbakti dan taat

“Bantulah anak-anakmu agar berbakti! Barangsiapa yang mahu melakukannya, ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya (HR. Thabrani)

Tidak banyak mencela dan mencaci

Kedua : Cara Efektif Mengembangkan Pemikiran Anak

Menceritakan kisah-kisah terutama kisah-kisah yang ada dalam al-Qur’an dan Al-Hadist.

Berbicara langsung, Rasulullah mengajarkan kepada kita agar berbicara dengan anak secara langsung, lugas dan dengan bahasa yang jelas.

Berbicara sesuai dengan kemampuan akal anak

Berdialog dengan tenang

Metode praktis empiris

Dengan cara mendidik dan mengasah ketajaman indera anak.

Kepeluan anak terhadap figure riil, Yakni Rasulullah SAW

Ketiga : Cara efektif membangun jiwa anak

Menemani anak

Menggembirakan hati anak

Membangun persaingan sihat dan memberi imbalan kepada pemenangnya

Memotivasi anak

Memberi pujian

Bergurau dan bersenda gurau dengan anak

Membangun kepercayaan diri seorang anak

Mendukung kemahuan anak Membangun kepercayaan sosial

Membangun kepercayaan ilmiah

Bermula dengan mengajarkan Al-qur’an, hadist dan sirah nabawiyah

Membangun kepercayaan ekonomi dan perdagangan
Dengan melatih anak melakukan praktik jual beli, mengajaknya ke pasar dan membiarkannya membeli barang yang diinginkannya.

Panggilan yang baik

Memenuhi keinginan anak

Bimbingan terus menerus


Dibanding semua mahluk hidup, masa kanak-kanak manusia adalah paling panjang.
Ini semua kehendak Allah, agar cukup waktu mempersiapkan diri menerima taklif (kewajiban memikul syariat)

Bertahap dalam pengajaran


Seperti ketika mengajarkan solat. Dalam hadis dikatakan : “Perintahkanlah anakmu untuk solat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka (jika enggan solat) ketika berumur 10 tahun. Imbalan dan hukuman (Reward and punishment)


CINTA : Para ibu-bapa boleh kalau hendak cuba teknik nabi kita mendidik anak-anak.

No comments:

Post a Comment